Kebumen - Buruh Tani dan Ternak konvensional yang sangat bersahaja di sekitar kita, merupakan gambaran karakter dari buruh tani ternak di lingkungan kita pada umumnya yang bersifat "sangat legowo dan nrimo ing pandum" ( Ikhlas menerima apa adanya ).
Baca Juga : Apakah ini calon panglima TNI yang baru?
Samadi 55 tahun warga Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, yang hanya mengandalkan buruh ngarit ( mencari rumput ) untuk makanan ternak.
Menyampaikan kepada penulis dalam perbincangan dengan menceritakan masa lalu yang pernah bekerja sebagai buruh migran, sebagai tukang batu serta pengalaman lainnya sewaktu merantau dulu. Sabtu 30 oktober 2021.
Baca Juga : Fenomena Angin Puting Beliung di Pesisir Kabupaten Kebumen
Dengan menjadi buruh ngarit seperti sekarang, saya sudah merasa cukup untuk menghidupi keluarga. Sing penting halal, kepenak dirasakaken pak ( yang penting halal, enak dinikmati ) tutur ayah tiga orang anak dengan empat cucu tersebut.
Aktifitas yang dijalani setiap hari hanya fokus mencari rumput dari pagi sampai sore.
Rumput yang dihasilkan pagi hari sekitar 3 kantong untuk dijual demi mencukupi kebutuhan keluarga, sedangkan hasil sore hari untuk memberi makan sapinya sendiri yang 4 ekor, tuturnya.
"Penulis".
Mantap luuur
ReplyDeleteMantap, merakyat
ReplyDelete